Siswa SMK Tritech Informatika Dididik Wirausaha

Siswa SMK Tritech Informatika Dididik Wirausaha

Desember 2, 2013 - Dikbud
MEDAN (Berita): Kendati SMK Tritech Informatika merupakan sekolah menengah kejuruan di bidang IT (informasi teknologi), namun siswa sekolah ini juga diharuskan memiliki jiwa enterpreneur atau berwirausaha.
Sekolah berlokasi di Jalan Bhayangkara No 484 Kecamatan Medan Tembung dan JL. Sei Serayu No. 80 Kecamatan Medan Baru ini langsung menerapkan praktek wirausaha dengan menyiapkan siswa berkapasitas cukup, yakni dengan membekali hardskill dan softskill.   “Sekolah kami ini berbasis enterprenuer bukan sekadar wacana, Ketua Yayasan Pendidikan Triadi Teknologi Zulkifli SE S.Sos, MM di sekolah itu, Sabtu (30/11).
Untuk menyiapkan siswanya agar memiliki kapasitas  berwirausaha, sekolah ini mengundang para mitra usaha membuka usahanya di sekolah ini. Zulkifli mengungkapkan, pada Kamis (28/11) sekolah ini meresmikan Alfamart Tritech yang nantinya dikelola para siswa sendiri. Upaya yang dilakukan SMK Tritech menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri sebagai bentuk kerjasama lintas sektoral.
“Lintas sektoral harus diantisipasi melalui jalinan kerjasama dengan berbagai pihak, agar lulusan sekolah ini tak terpaku pada satu bidang keterampilannya saja, kata Zulkifli.
Menurut Zulkifli, Mou yang dilakukan antara SMK Tritech dengan dunia usaha dan industri meliputi manajemen pelayanan pemasaran.  Dengan membekali para siswanya dengan keterampilan tekhnologi dan juga wirausaha, para lulusan sekolah ini sudah dianggap mandiri oleh para mitra kerja. Dari 234 siswa lulusan angkatan pertama sekolah ini tahun lalu, sebanyak lima persen diterima di PTN di Indonesia tanpa testing.
Selain menyambung jenjang pendidikan ke bangku kuliah, siswa lulusan SMK Tritech rata-rata sudah bekerja, bahkan 50 orang diantaranya diminta pihak Lotte Mart untuk menjadi karyawannya.  Sementara itu Kepala SMK Tritech Informatika Drs Suprianto menuturkan, sekolah ini memang SMK berbasis teknologi informatika namun para siswanya juga diharuskan mampu mandiri dengan berwirausaha.
Menurut Suprianto, kurikulum disusun up to date sesuai dengan DU/DI (dunia usaha/dunia industri). Selain itu, sekolah ini mengagendakan kunjungan periodik ke dunia usaha dan industri seperti ke PT Dirgantara Indonesia Bandung, dan juga studi visit priodik ke instansi pemerintah, militer dan media massa.
Untuk memotivasi siswa berwirausaha, sekolah ini membuka enterpreneur club. Selain itu untuk mengembangkan kreativitas siswa di bidang lain juga ada kegiatan ekstrakurikuler english club, desain grafis club, Sispala (siswa pencinta alam), taekwondo dan badminton club, arts club dan keagamaan.(aje)