475 Siswa SMK Tritech Informatika Siap Hadapi UN CBT

475 Siswa SMK Tritech Informatika Siap Hadapi UN CBT

Friday, 16 October 2015 | 08:10:51
Medan | Jurnal Asia
Sebanyak 475 siswa SMK Tritech Informatika siap hadapi ujian nasional (UN) berbasis jaringan internet secara online atau computer basic test (CBT) 2015/2016. “Bentuk persiapan yang kita lakukan selain bidang aka­de­mik para calon peserta UN juga perangkat komputer dan mem­berikan pelatihan berupa ujian mid semester, kata Kepala SMK Tritech Informatika Drs Suprianto di sekolah tersebut Jalan Bhayangkara Medan, Kamis (15/10).
Suprianto menyebutkan, UN dengan sistem online ini sebagai upaya membentuk perilaku jujur bagi bagi peserta didik. Sebab dengan cara ini sangat kecil terjadi kebocoran soal jika dibandingkan dengan ujian manual atau secara paper base test (PBT).
Menurut Suprianto, keikut­ser­­taan SMK Tritech Infor­matika meng­gunakan sistim on­line ini pada 2016 mendatang meru­pakan kedua kalinya. Karena itu diyakini kesiapannya menghadapi UN CBT tidak akan “gagap dengan IT yang dalam pelaksanaannya menggunakan server.
Dijelaskannya, pada tahun lalu terjadi sedikit kendala berupa jariangan ataupun server dari pusat bermasalah, sehingga ada siswa yang sempat terkendala mengikuiti UN pada hari pertama.
Bentuk kesiapan lain yang dilakukan pihaknya dalam menghadapi UN adalah akan diberikannya pelatihan bagi para siswa dengan membahas kisi-kisi soal dan try out serta pelatihan alat komputer dari petugas pro­ktor.
Disebutkannya, mengikuti UN online ini merupakan bentuk ke­siapan dan keberanian, sebab pada sistim ini nilai siswa benar-benar murni jika dibandingkan dengan sistEm PBT, karena tidak tertutup kemungkinan terjadi kecurangan.
“Saya yakin banyak sekolah favorit dan terkenal dengan siswanya yang mengikuti olimpiade sains nasional tidak berani mengikuti UN CBT ini. Pasalnya khawatir nilai siswanya turun dibandingkan dengan UN PBT dengan alasan tidak memenuhi fasilitas dan sarana lainnya, kata Suprianto sambil menyebutkan beberapa nama sekolah namun minta untuk tidak dituliskan.
Diakuinya, pada UN CBT ni­­lainya tidak sebaik nilai UN PBT yang mencapai 9 bahkan 10. Karena itu dia minta agar pe­merintah maupun lembaga instansi tidak menjadikan nilai UN mutlak sebagai acuan untuk mengukur kompetensi seseorang dalam segala hal, seperti mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri, melamar kerja maupun masuk ke TNI ataupun Polri dan sebagainya.
Suprianto juga menyebutkan atas keikutsertaannya men­du­kung program pemerintah dengan melaksanakan UN CBT, se­kolahnya mendapat peng­hargaan dari Kemendikbud yang ditandai dengan pemberian sertifikat sebagai pelopor UN CBT belum lama ini di Hotel garuda Plaza Medan yang diwakili Kabid Dikmenti Disdiksu August Sinaga.
Gebyar Muharram
Sementara itu, dalam mem­peringati 1 Muharram, SMK Tritech Informatika mengadakan gebyar Tahun Baru Islam yang bertujuan mengajak para pelajar dan umat Islam lainnya melaksanakan taatan amalan ibadah.
Menurut Ketua panitia Dar­fikri, gebyar 1 Muharram ini meru­pakan kedua kalinya yang diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa keislaman, seperti lomba lagu religi, lomba busana muslim, gerak jalan santai dan lainnya.
(swisma)
- See more at: http://www.jurnalasia.com/2015/10/16/475-siswa-smk-tritech-informatika-siap-hadapi-un-cbt/#sthash.m2mSNmWJ.dpuf